Maafkan aku wahai istriku...
Sudah berapa
kali kubuat kau bersedih...
Sudah berapa
kali hatimu kulukai...
Sudah berapa
kali nasihatmu kutepis...
Sudah berapa
kali teguranmu kutolak...
Sudah berapa
kali tingkahku memberi luka...
Sudah
seringkali aku berlaku kasar padamu...
Maafkan aku
wahai istriku...
atas segala
salah dan khilafku...
lahir dan
batin, yang tampak maupun yang tersembunyi, atas ucapan dan janji yang tak
terpenuhi...
Maafkan aku
wahai istriku...
jika yang ada
pada diriku membuatmu kecewa...
jika yang
kuperbuat sangat menyakiti hatimu...
aku hanyalah
seorang lelaki biasa...
seorang suami
yang lemah...
seorang suami
yang banyak salah...
Tapi...
Yakinlah aku
mencintaimu karena Allah...
aku sayang
padamu wahai istriku...
engkau harta
yang tak ternilai bagiku...
Wahai Istriku...
seandainya
dirimu merasa pernah berbuat salah padaku, apapun itu, aku sudah ridho
memaafkan semuanya, lahir dan batin...
Wahai
Istriku...
aku kini
menyadari bahwa hatimu begitu mulia...
mudah-mudahan
ini kesadaran yang belum terlambat, hanya karena kebodohanku saja, serta hawa
nafsu, sehingga aku menzhalimi dirimu...
Ya Allah,
hanya Engkau yang mengetahui semua kebaikannya, maka berilah balasan yang baik
dan berlipat atas segala kebaikannya...
Bila ia
berbuat dosa, itu adalah juga dosa hamba...
karena
kejahilan hamba yang tidak bisa mengemban amanah memimpin rumah tangga...
Ya Allah,
ampunilah kami, sayangilah kami, tutuplah aib-aib kami, serta jagalah dan
lindungilah keluarga kami, sungguh Engkaulah sebaik-baik pelindung...
Ya Allah,
jadikan istriku termasuk istri yang shalihah dan semakin shalihah, serta
izinkan hamba-Mu ini untuk bisa membahagiakannya sampai sisa umur yang telah
Engkau tentukan...
Ya Allah,
jadikanlah "ISTRIKU SURGAKU", sebaik-baik kesenangan dunia, dan
masukkanlah kami ke dalam Surga Firdaus yang Engkau janjikan sebagai
rahmat-Mu...
Aamiin...
(Dinukil dari
buku "50 Kiat Agar Cinta Suami Kepada Istri Semakin Dahsyat", hal.
102-104)
Al-Ustâdz
Najmi Umar Bakkar
Post a Comment