Faidah Hadits
"Barang siapa yang mengucapkan لا إله إلا الله ..."
Saudara
saudariku yang dimuliakan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Penulis
membawakan sebuah hadits Shohih yang dikeluarkan oleh Imam Muslim sebagai
penutup Bab keenam ini yaitu tentang Penjelasan Tauhid dan Kesaksian لا إله إلا
الله.
Nabi
shallallāhu 'alayhi wa sallam bersbda:
من قال لا إله
إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله.. أخرجه مسلم
“Siapa yang mengucapkan laa ilaha
illallah dan kafir terhadap apa yang dibadahi selain Allah, maka terjagalah
harta dan darahnya sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah.”(HR.
Muslim).
Di dalam
hadits ini Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjelaskan bahwa harta
manusia dan darahnya terjaga dengan sebab 2 perkara:
1. | Mengucapkan لا إله إلا الله
2. | Kufur dengan apa yang disembah selain Allāh
Subhānahu wa Ta'āla
Maka secara
dzohir terjaga harta dan darahnya sedangkan bathin diserahkan kepada Allāh
Subhānahu wa Ta'āla.
Lantas Jika
dia jujur dengan hatinya, maka dia akan mendapatkan balasan Surga yang penuh
kenikmatan. Namun apabila tidak, maka dia akan mendapatkan siksaan yang pedih.
<<Faedah
dari hadits ini >>
1)
Arti
لا إله إلا الله adalah kufur dengan apa yang disembah selain Allāh.
2)
Yang
mengucapkan لا إله إلا الله tanpa disertai kufur kepada sesembahan selain
Allāh, halal darah dan hartanya.
3)
Barangsiapa
yang mendatangi Tauhid dan komitmen dengan syariat-syariatnya secara dzohir
maka terjaga darah dan hartanya kecuali nampak padanya sesuatu yang menyelisihi
hal itu.
4)
Adanya
diantara kita yang mengucapkan Lā ilāha illallāh namun tidak kufur kepada
sesembahan selain Allāh.
5)
Apabila
orang Kafir masuk Islam -walaupun di waktu peperangan- maka terjaga darah dan
hartanya.
6)
Bahwasanya
keIslaman seseorang itu dihukumi secara dzohir, adapun di akherat tergantung
niat dan tujuannya.
7)
Darah
dan harta seorang Muslim itu haram kecuali dengan sebab yang hak.
Demikian
semoga bermanfaat.
Wassalāmu'alaykum
warahmatullāhi wabarakātuh.
Makkah Al-Mukarramah
Rabu, 1 Rajab 1438 H 29 Maret 2017By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan, pada Grup WhatsApp "MANAR AT-TAUHID"Disarikan dari Kitab Al Mulakhos fī Syarhī Kitabi At-Tauhid.
Penulis Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan bin 'Abdullāh Fauzan
Dicatat & diedit oleh salah seorang Admin Manar At-Tauhid
Post a Comment